KUPANG, TENGGARAPOST.ID – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) meyakini Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap menjadi provinsi ramah lansia.
Kemensos memberi apresiasi terhadap NTT yang menjad tuan rumah pelaksanaan puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tahun 2026.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Supomo dalam sambutan pada puncak HLUN di Kupang, menyampaikan ucapan terima kasih untuk dukungan dan kolaborasi pemerintah provinsi dalam menyukseskan peringatan HLUN ke-30.
Menurutnya, peringatan HLUN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan berbagai layanan yang secara langsung menyentuh kebutuhan lansia.

“Kehadiran opa dan oma pada puncak peringatan HLUN 2026 ini menunjukkan bahwa NTT siap menjadi provinsi ramah lansia,” ujar Supomo pada Sabtu, 30 Mei 2026, dikutip dari rilis resmi pemerintah.
Dia menjelaskan bahwa selama rangkaian kegiatan HLUN ke-30, Kementerian Sosial bersama Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan layanan terpadu di berbagai wilayah yang mencakup layanan kesehatan, bantuan aksesibilitas, pemberdayaan sosial, hingga pendampingan bagi kelompok lansia rentan.
“Salah satunya kemarin, operasi katarak bagi sekitar 560 lansia di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang,” ungkap Supomo.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan aksesibilitas seperti alat bantu dengar, bantuan pemberdayaan ekonomi, serta layanan administrasi kependudukan berupa pengurusan KTP dan Kartu Keluarga guna memastikan seluruh lansia memperoleh akses terhadap layanan sosial secara optimal.
“Kemensos juga menghadirkan layanan kewirausahaan dan home care bagi lansia yang hidup sebatang kara serta membutuhkan perhatian khusus,” tambahnya.

Supomo menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia yang ramah lansia membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan utama yang memberikan rasa aman, nyaman, dan penghormatan bagi para lansia.
Untuk memperkuat kepedulian generasi muda terhadap kelompok lanjut usia, Kementerian Sosial terus mengembangkan berbagai program edukasi, di antaranya melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan program Pekerja Sosial (Peksos) Goes to School.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyebut bahwa tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi NTT karena untuk pertama kalinya dipercaya oleh Pemerintah Pusat melalui Kemensos sebagai tuan rumah peringatan HLUN tingkat nasional.
“Menjadi lansia tangguh bukan berarti tanpa keterbatasan, tetapi mereka yang tidak menyerah pada usia. Tahun ini menjadi sejarah besar bagi NTT karena Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial memberikan kepercayaan bagi NTT untuk menjadi tuan rumah Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di NTT,” ujar Johni Asadoma.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dan masyarakat NTT dalam memberikan perhatian kepada kelompok lanjut usia sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Wakil Gubernur juga mengajak para lansia untuk tetap menjaga kesehatan, semangat hidup, serta terus berkontribusi dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Sehat adalah harta yang paling berharga. Usia hanyalah angka. Secara usia boleh di atas 60 tahun, tetapi semangat kita harus tetap muda,” katanya.
Peringatan HLUN ke-30 tahun 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran lansia sebagai sumber keteladanan, pengalaman, dan kebijaksanaan yang tetap relevan dalam mendukung pembangunan bangsa.
Johni Asadoma menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen meningkatkan kesejahteraan lansia melalui penguatan program perlindungan sosial, peningkatan akses layanan kesehatan, serta berbagai kebijakan yang mendukung terwujudnya lingkungan yang ramah lansia.
Rangkaian peringatan HLUN 2026 di NTT diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik, antara lain jalan sehat, senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pameran produk hasil karya lansia, serta berbagai hiburan lainnya.
Puncak HLUN ke-30 yang dapat gelar di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi NTT, para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, para lanjut usia (lansia), serta insan pers.
Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 ini, Pemerintah Provinsi NTT dan Kementerian Sosial RI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghormatan, perlindungan, dan pemberdayaan lansia semakin meningkat, sehingga para lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat. (hms/tgr01)









Komentar