KUPANG, TENGGARAPOST.ID – Perwakilan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT mengunjungi Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko pada Kamis, 5 Maret 2026.
Saroha Manullang selaku Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi NTT dalam kunjungan itu diterima Preases Seminari St. Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko, Romo Stefanus Wolo Ytu, Pr.
Kunjungan ke pusat pendidikan calon imam Katolik yang didirikan oleh misionaris Eropa sejak 15 September 1929 itu berlangsung di sela-sela kunjungan kerja dalam rangka audiensi bersama Bupati Ngada.
Saroha Manullang menyampaikan, kunjungan tersebut dalam rangka silahturahmi serta bentuk sinergi menghadirkan negara di tengah masyarakat melalui rencana pembentukan kantor imigrasi di Kabupaten Ngada.

“Kami sangat membutuhkan dukungan agar pendirian Kantor Imigrasi Bajawa dapat terealisasi,” ujar Saroha dikutip dari rilis yang diterima TENGGARAPOST.ID.
Dia juga menyampaikan selamat dan sukses atas terpilihnya Romo Stefanus Wolo, Pr selaku Preases baru Seminari Mataloko.
Romo Stefanus Wolo, Pr., menyatakan kesediaan mendukung penuh hadirnya Kantor Imigrasi di Bajawa. Pihaknya siap menjadi mitra imigrasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Seminari Mataloko yang selama ini vakum pasca Covid-19.
Selain itu, akses keimigrasian yang semakin dekat dapat mendorong terbukanya Calon PMI di wilayah Kabupaten Ngada sesuai prosedur dan ketentuan berlaku baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, menyebut bahwa Kanwil sedang merencanakan pembangunan kantor imigrasi baru di NTT salah satunya ada di kabupaten Ngada.
Sebelumnya pada Januari lalu, telah diresmikan 18 Kantor Imigrasi yang baru.
Arvin berharap dapat memperoleh dukungan penuh dan juga komitmen bersama berbagai pihak guna mempersiapkan pembangunan kantor imigrasi di Kabupaten Ngada.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pendekatan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat melalui sinergitas antara Kanwil Imigrasi NTT dan tokoh agama.
Pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian sangat membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk tokoh agama. (*/tgr01)









Komentar