KUPANG, TENGGARAPOST.ID — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut memiliki potensi sumber daya laut yang besar. Namun, hingga kini baru sebagian kecil potensi itu yang dimanfaatkan.
Menurut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, hal itu disebabkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang kelautan dan perikanan yang masih rendah.
Karena itu, dalam sambutan saat menghadiri pelantikan 115 taruna SMK Maritim Nusantara Kupang pada Selasa 9 September 2025, Gubernur Melki Laka Lena menyebut pendidikan kemaritiman penting untuk NTT yang merupakan provinsi kepulauan.
Adapun NTT terdiri dari 1.192 pulau dengan luas wilayah perairan laut mencapai 200.000 km² atau sekitar 80 persen dari total wilayah dengan garis pantai sepanjang 5.700 km.

Gubernur Melki Laka Lena menyebut kehadiran SMK Maritim Nusantara Kupang menjadi salah satu jawaban atas tantangan itu.
Sekolah vokasi itu juga diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda NTT untuk menguasai teknologi maritim, memahami konsep ekonomi biru (blue economy), serta mampu mengangkat harkat dan martabat daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan sistem pendidikan vokasi yang menekankan praktik dibanding teori, SMK Maritim Nusantara Kupang diharapkan melahirkan tenaga-tenaga berkompeten yang mampu mengelola kekayaan laut NTT secara berkelanjutan dan bernilai tinggi,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Produksi hasil laut masih rendah
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi perikanan tangkap di laut provinsi NTT pada tahun 2024 sebanyak 87.275.875 kg dengan nilai produksi sebesar Rp 2.186.359.644.287 (Rp 2,1 triliun).
Jumlah itu tergolong kecil bila dibanding dengan provinsi tetangga seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan luas laut hanya 29.159,04 km², NTB mampu menghasilkan produksi perikanan tangkap laut sebanyak 251.692.657 kg dengan nilai produksi mencapai Rp 4.610.250.305.327 (Rp 4,6 triliun) pada 2024.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTT, Sulastry Rasyid menyebut bahwa anggaran APBN dan APBD saat ini hanya mencakup gaji dan operasional dinas saja.
“Sekarang terjadi efisiensi di mana-mana, termasuk di DKP. Anggaran kami nol, hanya ada gaji dan operasional,” ujar Sulastry kepada wartawan, Sabtu 3 Mei 2025, sebagaimana dikutip dari POS-KUPANG.COM.
Meski demikian, Sulastry menegaskan bahwa pelaksanaan tugas tetap berjalan lancar dengan semangat kerja yang tidak surut.
DKP NTT terus menjalankan arahan pemerintah untuk meningkatkan Pendapatan Aset Daerah dan berhasil mencapai target. (ADP-NTT/tgr01)









Komentar