KUPANG, TENGGARAPOST.ID – Satu korban kapal tenggelam di perairan Pulau Padar Labuan Bajo Manggarai Barat kembali ditemukan pada Minggu, 4 Januari 2026 pagi.
Jenazah laki laki itu ditemukan oleh RIB KPJ 2007 Ditpolair Polda NTT pada koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E, sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian. Lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik awal kecelakaan.
Penemuan satu korban itu menambah daftar korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah menjadi dua orang. Sebelumnya, satu korban lainnya ditemukan pada Senin 29 Desember 2025 lalu.
Korban yang ditemukan pada Minggu pagi merupakan WNA Spanyol.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Irwan Nasution, mengatakan bahwa tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran intensif menggunakan alat sonar system di kapal masing-masing untuk menemukan dua korban lainnya.
“Seluruh tim bekerja maksimal untuk memastikan seluruh korban segera ditemukan,” ujar dia.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, yang bertindak sebagai SAR Mission Koordinator (SMC) menambahkan bahwa pencarian ini memasuki hari ke-10 dengan penyisiran pulau-pulau terdekat, penurunan sonar, dan penyelaman.
Jenazah korban dievakuasi ke KN SAR Puntadewa, kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk identifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat.
Dengan ditemukannya dua korban, maka korban yang belum ditemukan tersisa dua orang. Tim SAR menyatakan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan beberapa unit dan peralatan khusus untuk mempercepat proses evakuasi.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan jenazah korban kapal tenggelam itu ditemukan dalam keadaan terapung.
Sekitar pukul 10.15 WITA, jenazah tiba di Pelabuhan Labuan Bajo dan langsung dievakuasi ke RSUD Komodo untuk dilakukan visum et repertum serta proses identifikasi oleh tim medis dan Biddokkes Polda NTT sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI).
Seluruh proses evakuasi dan identifikasi, terang Kombes Henry, dilakukan secara profesional, humanis, dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta instansi terkait.
Dia juga menyampaikan bahwa operasi pencarian korban akan diperpanjang selama tiga hari kedepan.
“Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan, operasi pencarian akan diperpanjang selama tiga hari. Perpanjangan ini dilakukan karena masih terdapat korban yang belum ditemukan, serta mempertimbangkan adanya temuan-temuan baru di lokasi pencarian,” ujarnya. (*/tgr01)








Komentar