KUPANG, TENGGARAPOST.ID — Dua kapal penyeberangan jarak dekat atau feri milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) karam di pantai sekitar wilayah Gua Monyet Kecamatan Alak Kota Kupang.
Kapal feri masing masing, KMP. Sirung dan KMP. Pulau Sabu tersebut hanyut dari pelabuhan Hansisi Semau pada Senin (2/3) kemarin dan terbawa arus laut hingga akhirnya ditemukan karam pada Selasa (3/3).
Pada Rabu 4 Maret 2026, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma bersama jajaran meninjau kondisi dua kapal yang karam dan sudah tidak beroperasi itu.
Dalam rilis pemerintah, disebutkan bahwa cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir di wilayah NTT yang mengakibatkan hujan deras, angin kencang dan gelombang laut tinggi menjadi penyebab terseratnya kedua kapal tersebut.
Tampak sejumlah pejabat mendampingi Wagub Johni diantaranya Kadis Perhubungan NTT, Mahadin Sibarani, Kaban Pendapatan dan Aset Daerah NTT, Alexon Lumba, Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi Nange serta Karo Umum Setda NTT, Agustinus Sigasare.
“Kami ke sini untuk lihat langsung kondisi kedua kapal ini. Sebetulnya kapal ini diparkir di Hansisi, tetapi karna angin kencang beberapa hari kemarin yang mengakibatkan jangkar kapalnya putus di bawah arus sampai kesini,” ungkap Johni sebagaimana rilis yang diterima TENGGARAPOST.ID.
“Syukurnya kapal-kapal ini terdampar di pantai ini, karena kalau misalkan terbawa hingga Samudra Hindia pasti kita akan kehilangan jejak,” tambah Wagub Johni.
Dia menyebut pihaknya akan ,mengecek kembali kondisi keseluruhan kedua kapal tersebut dan melihat potensi yang dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan setelah cuaca kembali normal.
“Kalau laut sudah tenang, tidak ada badai lagi atau angin kencang dan lain sebagainya, kita akan melakukan asesmen pada kapal ini. Kemudian kita lihat apakah kapal ini masih bisa dioperasikan lagi atau bisa saja kita sewakan ke pihak ketiga bahkan juga kita bisa saja jual kapalnya karna kondisi kapal sendiri sudah lumayan parah, dikarenakan ada banyak kerusakan juga kekurangan-kekurangan lainya contohnya lambung pada kapal sendiri sudah bocor,” kata Wagub NTT.
Wagub Johni berharap, jika nanti kapal-kapal tersebut bisa disewakan pada pihak ketiga atau dilelang, tentu hal tersebut bisa menjadi salah satu kontribusi bagi pendapatan daerah dan anggaran yang didapat bisa menambah dan membiayai program-program Pemprov NTT lainnya yang lebih urgen khususnya yang menyentuh kepada pelayanan dasar masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan dan stunting.
“Selain dua kapal ini, Pemprov NTT tercatat juga memiliki tiga aset kapal lainnya, yakni Kapal Baswara 1, Baswara 2, dan Kapal Sasando. Tentu nanti akan kita upayakan, jika ada pihak ketiga yang mau kelola baik sewa atau beli. Anggaran yang kita peroleh akan kita maksimalkan diprogram-program prioritas kita,” ungkapnya. (*/tgr01)








Komentar