GESER UNTUK MEMBACA
News
Beranda » Wisuda Angkatan 74 Unwira, Rektor Stef Lio: Jadilah Job Creator, Bukan Job Seeker

Wisuda Angkatan 74 Unwira, Rektor Stef Lio: Jadilah Job Creator, Bukan Job Seeker

KUPANG, TENGGARAPOST.ID — Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Unwira) mewisuda 489 mahasiswa pada Rabu, 25 Maret 2026. Seremoni wisuda sarjana angkatan 74 dan magister angkatan 35 itu digelar di Aula St. Maria Immaculata Kampus Unwira, Jalan Prf Herman Johannes Penfui Kupang.

Rektor Unwira Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A, menyebut lebih dari setengah dari total 489 lulusan berhasil menyelesaikan program sarjana dalam kurun waktu 7 semester, dan pascasarjana dalam 3 semester.

Sebanyak 229 lulusan diantaranya meraih predikat cum laude atau predikat dengan pujian.

“Ini merupakan capaian luar biasa yang menunjukkan kualitas proses pendidikan di Unwira yang semakin baik dan kompetitif,” ungkap Rektor Stef Lio.

Lima Tim Kerja untuk Percepatan Pembangunan Daerah di NTT

Rektor juga menyoroti berbagai pencapaian institusi, termasuk diraihnya akreditasi ’unggul’ oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, yang menjadi prodi pertama di Unwira dengan status tersebut.

WISUDAWAN – Wisudawan Unwira Kupang menikmati momen kebersamaan dalam acara wisuda yang digelar di Aula Kampus, Rabu 25 Maret 2026.

Selain itu, Unwira juga kini membuka Program Studi Magister (S2) Hukum sebagai bagian dari pengembangan akademik

Menurut Rektor, capaian tersebut merupakan bukti komitmen Unwira dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pesannya kepada para lulusan, Rektor menegaskan bahwa wisuda adalah awal dari perjalanan baru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Ia memperkenalkan prinsip hidup “3T” sebagai pedoman bagi lulusan dalam menghadapi kehidupan ke depan, yakni tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat.

“’Tahu diri’ berarti mengenali potensi dan keterbatasan diri untuk terus belajar dan tidak berpuas diri atas gelar saat ini. ‘Tahu Waktu’ berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Jadilah generasi yang adaptif, produktif dan inovatif. Serta ‘tahu tempat’ berarti mampu menempatkan diri secara bijak dalam setiap situasi serta menjadi solusi dari tantangan,” jelasnya.

Gubernur Laka Lena Temui Korban Kapal Tenggelam di TN Komodo

Pater Stefanus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, etika, dan semangat pengabdian. Ia mendorong para lulusan untuk menjadi pribadi yang membawa solusi, bukan masalah, serta mampu menghargai perbedaan dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.

REKTOR – Rektor Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Dr RP Stefanus Lio. (TENGGARAPOST.ID/ADP-NTT)

Lebih lanjut, Rektor Unwira menekankan pentingnya semangat kewirausahaan. ”Lulusan Unwira diharapkan menjadi job creator, bukan sekadar job seeker, dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi untuk menciptakan peluang baru,” katanya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak para lulusan untuk bersyukur atas penyelenggaraan wisuda sebagai buah dari kerja keras, ketekunan, dan penyertaan Tuhan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati beserta keluarga yang telah mendukung perjalanan akademik hingga mencapai tahap ini.

Gubernur turut memberikan apresiasi kepada Rektor dan seluruh civitas akademika Unwira atas dedikasi dalam mendidik mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi. Ia menegaskan bahwa kehadiran Unwira tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas dan profesional, tetapi juga berperan strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan daerah.

“Hal tersebut sejalan dengan Visi Universitas Katolik Widya Mandira yakni : Menjadi Komunitas Pendidikan dan Komunitas Ilmiah yang unggul dan kreatif berdasarkan nilai-nilai kristiani, berwawasan global dan berakar pada budaya lokal,” ungkap Gubernur.

Respon Banjir Bandang Mauponggo, Perintah Segera Bangun Dua Jembatan Bailey dan Sabo DAM

Gubernur menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal memasuki “kampus kehidupan” di tengah masyarakat. Para lulusan diharapkan mampu mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial.

Melki juga mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan diri, adaptif terhadap perubahan global, serta aktif membangun jejaring. Dalam menghadapi dinamika dunia yang terus berubah, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk berpikir inovatif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

“Kami berharap lulusan Unwira tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong pembangunan berbasis riset atau kajian ilmiah dan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperkuat peran lulusan sebagai ujung tombak pembangunan di berbagai sektor.

Menurutnya, Unwira Kupang memiliki keunggulan tersendiri melalui jejaring nasional dan internasional yang kuat, terutama sebagai bagian dari Serikat Sabda Allah (SVD) yang tersebar di berbagai negara. Hal ini menjadi modal penting bagi para lulusan untuk merajut relasi di tingkat global. (hms/tgr01)

.

Menurut Rektor, capaian tersebut merupakan bukti komitmen Unwira dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam pesannya kepada para lulusan, Rektor menegaskan bahwa wisuda adalah awal dari perjalanan baru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Ia memperkenalkan prinsip hidup “3T” sebagai pedoman bagi lulusan dalam menghadapi kehidupan ke depan, yakni tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat.

“’Tahu diri’ berarti mengenali potensi dan keterbatasan diri untuk terus belajar dan tidak berpuas diri atas gelar saat ini. ‘Tahu Waktu’ berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Jadilah generasi yang adaptif, produktif dan inovatif. Serta ‘tahu tempat’ berarti mampu menempatkan diri secara bijak dalam setiap situasi serta menjadi solusi dari tantangan,” jelasnya.

Pater Stefanus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, etika, dan semangat pengabdian. Ia mendorong para lulusan untuk menjadi pribadi yang membawa solusi, bukan masalah, serta mampu menghargai perbedaan dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor Unwira menekankan pentingnya semangat kewirausahaan. ”Lulusan Unwira diharapkan menjadi job creator, bukan sekadar job seeker, dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi untuk menciptakan peluang baru,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

Kembang Kempis Mimpi Daerah Otonomi Baru di NTT

02

Kanwil Imigrasi NTT Kunjungi Seminari Tertua di Nusa Tenggara

03

Tiga Jagoan Rebut Kursi Sekda NTT, Siapa Pilihan Laka Lena?

04

Pameran Pembangunan NTT Rampung Digelar, Warga Membludak, Transaksi Diklaim Capai 3 Miliar

05

Mengenal 11 Negara Asia Tenggara, Indonesia hingga Timor Leste

06

Festival Muro Lembata: Merayakan Tradisi Masyarakat Adat Menjaga Laut

Hari Pers Nasional 2026

IKLAN HPN 2026 - Pemprov NTT

Hari Pers Nasional 2026

Iklan HPN 2026 Pemerintah Kota Kupang

Hari Pers Nasional 2026

IKLAN HPN 2026 Lanud EL Tari Kupang

Hari Pers Nasional 2026

IKLAN HPN 2026 Hotel Swiss Bell Court Kupang

Hari Pers Nasional 2026

IKLAN HPN 2026 Hotel Meruorah Labuan Bajo

We Start Reporting Today

WE START REPORTING TODAY