JAKARTA, TENGGARAPOST.ID — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XXII tahun 2028 (PON XXII/2028) bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kesiapan dan komitmen itu disampaikan Wakil Gubernur NTT sekaligus Wakil Ketua 1 KONI NTT, Johni Asadoma saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII/2028 di Kantor KONI Pusat, Jakarta.
Rapat koordinasi yang berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026 lalu itu memfinalisasi penetapan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan tiga lokasi yakni NTT, NTB, serta klaster DKI Jakarta, sebelum dilaporkan secara resmi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI.
Johni Asadoma pada kesempatan itu menyebut bahwa penyelenggaraan PON harus menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat sektor pariwisata.

“NTT sebagai daerah kepulauan akan membagi pelaksanaan cabang olahraga ke beberapa kabupaten di Pulau Timor, Sumba, Flores, Rote Ndao, dan Alor. Ini bukan sekadar penyelenggaraan olahraga, tetapi strategi mendorong pembangunan ekonomi dan pariwisata secara merata,” ungkap Johni Asadoma.
Wagub Johni juga mengakui adanya tantangan keterbatasan waktu persiapan sekitar 2,5 tahun serta kapasitas fiskal daerah.
Namun demikian, ia optimistis dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI Pusat, NTB, dan DKI Jakarta, seluruh tantangan tersebut dapat diatasi.
“Keterbatasan waktu dan fiskal menjadi perhatian bersama. Karena itu dibutuhkan komitmen, sinergi, dan semangat kolektif agar PON 2028 dapat terselenggara dengan baik dan sukses,” ujarnya.
Dari sisi kesiapan teknis, Ia menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan master plan lokasi pertandingan yang tersebar di lima gugus pulau utama.
Venue Cabor akan dioptimalkan dari fasilitas milik pemerintah, universitas, lembaga vertikal, maupun lembaga keagamaan yang memenuhi standar PB PON, dengan revitalisasi ringan, sedang, hingga berat sesuai kebutuhan.
“Prinsip kami adalah optimalisasi sarana yang tersedia. Revitalisasi dilakukan sesuai kondisi venue agar memenuhi standar nasional tanpa membebani pembangunan baru,” paparnya.
Dari aspek regulasi dan pembiayaan, NTT telah menetapkan Peraturan Daerah Provinsi NTT Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pembentukan Dana Cadangan untuk PON XXII Tahun 2028, yang mulai diimplementasikan tahun ini.
“Kami telah menyiapkan payung hukum melalui Perda Dana Cadangan PON. Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PON 2028,” tambah Wagub Johni.
Sementara Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, menyampaikan harapannya agar Surat Keputusan penetapan tuan rumah PON XXII/2028 segera diterbitkan guna memberikan kepastian dalam tahapan persiapan teknis dan anggaran.

“NTB berkomitmen tidak membangun venue baru karena tingkat kesiapan infrastruktur telah mencapai sekitar 80 persen dengan memanfaatkan auditorium dan hall hotel yang tersedia. Harapannya, NTT dan NTB memperoleh alokasi dari program revitalisasi delapan stadion oleh Kementerian PUPR,” ucapnya.
Adapun Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan bahwa penetapan tuan rumah cabang olahraga akan dilaporkan kepada pemerintah pusat.
“Selain itu, “diperlukan payung hukum bagi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam penggunaan APBD guna mendukung penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028,” ujar Marciano.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Provinsi NTT akan menyelenggarakan 22 cabang olahraga, Provinsi NTB sebanyak 26 cabang olahraga, serta klaster DKI Jakarta sebanyak 14 cabang olahraga.
Selain itu, terdapat empat cabang olahraga yang akan dipertandingkan secara bersama oleh NTT dan NTB dengan pembagian disiplin berbeda di masing-masing provinsi.
Pada kesempatan itu Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, Ketua Umum KONI DKI Jakarta, H. Hidayat Humaid, serta Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Soewarno menandatangani berita acara penetapan cabor sebagai dasar pelaporan resmi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI. (*/tgr01)

Daftar 22 Cabang Olahraga yang akan dilombakan dan dipertandingkan di Provinsi NTT, yakni:
A. Cabor Olympic Sport
- Bola Tangan
- Bola Voli Indoor
- Layar
- Modern Pentathlon
- Selancar Ombak
- Tenis Meja
- Cricket
- Bulutangkis
- Sepak Bola
- Taekwondo
- Tinju
B. Cabor World Games - Aerosport (Paramotor dan Gantole)
- Angkat Berat
C. Cabor DBON - Pencak Silat
- Wushu
D. Cabor SEA Games - Kick Boxing
- Sepak Takraw
- Catur
E. Cabor Privilege - Shorinji Kempo
- Gateball
- Berkuda Pacuan (Nonpelana)
- Barongsai
Rencana 26 Cabang Olahraga di Provinsi NTB, yakni:
A. Cabor Olympic Sport
- Panahan
- Atletik
- Bola Basket
- Dayung
- Golf
- Triathlon
- Bola Voli Pasir
- Panjat Tebing
- Judo
- Angkat Besi
B. Cabor DBON - Karate
C. Cabor SEA Games Berprestasi - Selam (Kolam dan Laut)
- Soft Tennis
- Ski Air
- E-Sport
- Sepak Bola (Futsal)
D. Cabor Privilege - Tarung Derajat
- Muaythai
- Sport Dance
- Hapkido
- Biliar
- Bermotor (Grass Track dan Balap Motor)
- Aerosport (Paralayang, Terjun Payung, Aeromodelling, Terbang Layang)
- Petanque
- Padel
- Berkuda Memanah
Rencana 4 Cabang Olahraga Bersama NTT–NTB, yakni:
- Berkuda
- Bola Voli
- Sepak Bola
- Aerosport
Rencana 14 Cabang Olahraga pada Klaster DKI Jakarta, yakni:
A. Cabor SEA Games
- Boling
B. Cabor Olympic Sport - Akuatik
- Anggar
- Senam
- Hockey (Indoor dan Outdoor)
- Menembak
- Balap Sepeda
- Berkuda (Equestrian)
- Baseball/Softball
- Tenis Lapangan
- Rugby 7
- Gulat
- Ice Skating
- Skateboard (Sepatu Roda).








Komentar