KUPANG, TENGGARA POST.ID — Kapal pesiar Oceania Vista kembali bersandar di Pelabuhan Tenau Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 20 Maret 2026 pagi
Kapal pesiar mewah generasi terbaru milik Oceania Cruisees itu membawa 1.039 wisatawan dalam tour tiga negara mereka; Australia, Indonesia dan Singapura.
Sebanyak 500 wisatawan mancanegara – berdasarkan catatan Flores Komodo Tour selaku mitra lokal, membeli paket tour untuk menikmati pengalaman wisata di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Sementara itu, tidak sedikit pula wisatawan yang memilih peket mandiri untuk berwisata.
Disambut Pemerintah
Kedatangan ratusan wisatawan mancanegara di Kupang mendapat sambutan hangat dari pemerintah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Doris Alexander Rihi mewakili pemerintah menyambut para wisatawan dengan pengalungan selendang kepada perwakilan wisatawan saat mereka turun dari Oceania Vista.
Doris didampingi sejumlah pejabat pemerintah, Ketua ASITA NTT Oyan Kristian, Staf Intercruises Bali, dan local agency Flores Komodo Tour serta para pelaku wisata di Kupang.
Seremoni penyambutan wisatawan diiringi tarian hegong dan musik gong waning dari Kabupaten Sikka.
Usai melaksanakan proses CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, Port Authority), wisatawan mulai meninggalkan Tenau menuju destinasi wisata.
Adapun CIQP merupakan standar internasional perizinan kapal niaga di pelabuhan, yang terdiri dari empat instansi yakni Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, Syahbandar/Otoritas Pelabuhan.
CIQP bertujuan menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran arus barang serta penumpang melalui port clearance satu atap.
Tiga Paket wisata
Pada kesempatan itu, terdapat tiga rute atau paket wisata yang disiapkan untuk para wisatawan.
Adapun ketiga paket wisata tersebut meliputi Gerai Dekranasda NTT yang menyediakan aneka sovenir dan produk UMKM, berkunjung ke Museum Daerah, menyaksikan proses pembuatan gular lempeng Timor di pantai Lasiana, menikmati pangan lokal dan bersukacita di LacoVe Resto, dan menikmati aneka produk kelor di LaMoringa.
Selanjutnya, berkunjung ke Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, berburu souvernier cantik di gallery Dekranasda Kota Kupang, tour ke rumah produksi alat musik Sasando di Oebelo, serta berkunjung ke rumah raja Amarasi di Baun Kabupaten Kupang.
Selain memanfaatkan jasa paket wisata, banyak wisatawan yang memilih menggunakan suttle bus ke pantai Tedys LLBK Kota Kupang selanjutnya memilih secara mandiri melalukan trekking di kawasan kota lama Kupang.
sejumlah wisatawan secara mandiri menggunakan jasa taxi port untuk menikmati kota Kupang secara bebas (private tour) selama 9 jam berada di Kupang. (*/tgr01)









Komentar