KUPANG, TENGGARAPOST.ID – Universitas Nusa Cendana Kupang (Undana) kembali mengukuhkan tiga profesor atau guru besar pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Ketiga guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Drs. Hikmah, M.Pd., Prof. Dr. Ir. Arifin Sanusi., MT., dan Prof. Dr. Drs. Petrus Kase, M.Soc., Sc.
Prof Hikmah dikukuhkan sebagai guru besar Teknik Lingkungan dan Penyehatan pada Fakultas Keguruan dan limu Pendidikan.
Berikut, Prof Arifin Sanusi dikukuhkan sebagai Guru Besar Energi Terbarukan pada Fakultas Sains dan Teknik.
Dan, Prof Petrus Kase sebagai Guru Besar Analisis Kebijakan Publik pada Fakultas llmu Sosial dan Ilmu Politik.
Dengan pengukuhan tiga guru besar itu, maka Undana kini telah memiliki 71 guru besar di berbagai bidang kepakaran.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut bahwa pengukuhan guru besar itu bukan sekadar puncak karier akademik, melainkan sebuah peneguhan bahwa ilmu pengetahuan harus hadir untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan nyata masyarakat.
Setiap kepakaran yang dimiliki para guru besar itu memiliki relevansi strategis bagi pembangunan di NTT.
Dengan sumber daya yang dimiliki, Pemerintah Provinsi NTT, menempatkan Undana Kupang sebagai mitra strategis dalam tiga agenda utama.
Pertama, penguatan sumber daya manusia, yakni memastikan lulusan perguruan tinggi siap menghadapi tantangan lokal dan global.
Kedua, riset terapan berbasis solusi yakni menjawab kebutuhan nyata masyarakat, dari desa hingga kota.
Ketiga, inovasi yang berkelanjutan baik dalam teknologi maupun kebijakan, yang bisa diimplementasikan langsung di lapangan.
“Undana punya banyak dampak untuk masyarakat dan pembangunan di NTT ini,” ungkap Gubernur Melki.
Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu mendorong agar ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kuliah atau jurnal ilmiah.
Ilmu pengetahuan, tegas Gubernur Melki, harus hadir di tengah masyarakat, memberi solusi pada setiap persoalan, dan membuka jalan bagi kemajuan.
Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. drh. Maxs UE. Sanam, M.Sc., mengatakan, kampus itu telah mengukuhkan 71 guru besarsejak berdiri pada tahun 1962.
Dirinya juga mengapresiasi kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur, yang disebutnya sebagaimana bukti nyata dukungan pemerintah terhadap para guru BESAR yang dikukuhkan serta kepada Undana Kupang.
Kepakaran yang kontributif
Gubernur Melki mengatakan kontribusi Prof Hikmah dalam bidang Teknik Lingkungan dan Penyehatan berdampak nyata bagi peningkatan kesadaran lingkungan di masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan visi pemerintah provinsi untuk NTT yang sehat.
“Peran beliau sangat penting untuk memperkuat program edukasi, terutama inovasi dan penerapan prinsip-prinsip teknik untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat,” ujar Gubernur Melki.
Apresiasi yang sama juga diberikan kepada Prof Arifin Sanusi. Berkat ketekunannya, dia berhasil menciptakan desain turbin angin baru sehingga bisa menghasilkan listrik lebih banyak dan efisien.
Selain itu, dia juga mengembangkan teknologi pemanfaatan limbah sekam padi menjadi energi, mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar, serta merancang pengering ikan bertenaga surya.
“Semua ini bermanfaat langsung untuk memenuhi kebutuhan energi dan meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir NTT. Teknologi-teknologi ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTT menjadikan daerah kita sebagai provinsi energi terbarukan. Kita perlu mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan memanfaatkan potensi surya, angin, panas bumi, serta biomassa,” terang Gubernur Melki.
Kepada Prof Petrus Kase, M.Soc.S, Gubernur Melki juga mengapresiasi berbagai penelitian penting yang dihasilkan, mulai dari kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), strategi pelestarian situs sejarah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, hingga evaluasi beragam kebijakan pemerintah daerah.
“Kepakarannya sangat penting bagi NTT yang memerlukan kebijakan publik tepat sasaran, berbasis data, dan adaptif terhadap tantangan wilayah kepulauan”.
Dia menambahkan, “Melalui riset dan pengajaran, Prof Petrus memberi kontribusi strategis dalam merumuskan kebijakan yang efektif, berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi desa, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan”. (adpntt/tgr)









Komentar