KUPANG, TENGGARAPOST.ID — Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia, Stefanus Asat Gusma menyebut Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan “Etalase Politik Kristiani”. Karena itu, NTT memiliki posisi strategis secara nasional.
Hal itu disampaikan Gusma pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda Katolik Komda NTT di Hotel Sahid T-more Kupang, Kamis 21 Agustus 2025 sore.
Gusma menekankan, kekuatan organisasi termasuk Pemuda Katolik adalah kolaborasi. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar Pemuda Katolik dapat berperan secara nyata di masyarakat.
“Kita perlu mengklaster potensi wilayah dan profesi, seperti politisi, ASN, wartawan, dan lainnya, agar peran Pemuda Katolik semakin terasa dan berdampak,” ujar Gusma.
Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuven Tukung, menyebut Rakerda merupakan momentum strategis untuk menyusun fondasi gerakan ke depan.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menjahit semangat perjuangan, membangun konsistensi, dan menunjukkan bahwa Pemuda Katolik hadir bersama pemerintah, Gereja, dan masyarakat,” kata Yuven.

Mantan Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang itu juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kader secara terarah dan sistematis demi mewujudkan kemandirian yang nyata.
“Rakerda ini kiranya menghasilkan langkah strategis untuk membangun bersama pemerintah dan berjalan bersama masyarakat,” pungkas dia.
Rakerda yang mengusung tema “Optimalisasi Organisasi Berbasis Potensi Kader Menuju Kemandirian” dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma.
Sejumlah pejabat tampak hadir saat pembukaan, diantaranya Staf Ahli Menteri KKP RI Viktor Gustaaf Manoppo, Staf Ahli DPR RI Defor Nasareno Lakapu, dan Kepala Bapperida Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus.
Hadir pula Vikjen Keuskupan Agung Kupang Romo Kris Saku, Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda NTT, para pastor, serta Perwakilan Organisasi Kepemudaan dan agama serta delegasi Pemuda Katolik dari 22 kabupaten/kota se-NTT.
Untuk diketahui, Rakerda dimulai dengan misa pembukaan pada Kamis. Selanjutnya dilaksanakan seminar nasional dan rapat kerja selama dua hari yakni 21-22 Agustus 2025. (*/tgr01)








Komentar