JAKARTA, TENGGARAPOST.ID — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak bencana banjir di Mauponggo Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan kemanusiaan itu dibawa oleh Tim Misi Kemanusiaan Polri melalui dua jalur yakni jalur udara dan jalur laut.
Bantuan pertama diberangkatkan dengan Pesawat Polri CN295. Bantuan kemanusiaan itu meliputi 1.008 paket makanan siap saji, 100 kasur busa, 154 selimut, 50 unit lampu solar cell, serta 5 unit genset berkapasitas 20 Kva. Bantuan tersebut akan diserahkan ke Polda NTT untuk didistribusikan ke masyarakat terdampak.
Sementara itu bantuan kedua diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KP. IBIS – 6001 yang bertolak dari Pelabuhan Marina, Labuan Bajo, menuju Pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo, pada Senin 15 September 2025 pukul 17.00 WITA.
Adapun bantuan yang dibawa melalui jalur laut terdiri dari 4 unit genset berkapasitas 10.000 watt, 1 unit genset berkapasitas 9.000 watt, 150 kardus air mineral, 500 meter kabel listrik dan 50 buah lampu penerangan.

Selain logistik dan sarana listrik darurat, Polri juga menyiapkan obat-obatan dan Bahan Habis Pakai (BHP) untuk mendukung kebutuhan kesehatan warga terdampak bencana.
Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Edy Murbowo menegaskan misi kemanusiaan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang Polri bawa ini dapat meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami juga memastikan anggota Polri yang terdampak mendapatkan bantuan agar bisa kembali bertugas dengan baik melayani masyarakat,” ujar Irjen Edy Murbowo melalui keterangan tertulis.
Ia menambahkan, bantuan yang dikirimkan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mendesak warga, khususnya akses listrik, air bersih, logistik harian, serta layanan kesehatan darurat.
“Semoga apa yang kita lakukan mendapat ridho Allah SWT dan menjadi implementasi dari tagline Polri untuk Masyarakat. Kami berkomitmen hadir di tengah kesulitan rakyat,” pungkas dia.
Adapun bencana banjir bandang yang terjadi pada Minggu, mengakibatkan 6 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, serta 5 orang luka berat dan 10 orang luka ringan.
Sementara itu, sebanyak 37 kepala keluarga harus mengungsi akibat rumah mereka mengalami kerusakan. Selain permukiman, bencana juga merusak 66 bidang sawah dan kebun, 16 ruas jalan, 6 jembatan, 5 titik irigasi, serta memutus jaringan listrik dan air bersih. (Polda-NTT/tgr01)








Komentar